Friday, April 30, 2010

Cerita Pasca Reuni Akbar

Reuni Akbar SMP 119 sudah sudah berlalu, tapi ada beberapa cerita lucu yg
terjadi pd saat reuni tsb. Khususnya utk kami kelas 3D angkatan '87.

Dimana sebelum Reuni ini kami sudah beberapa kali mengadakan silaturahmi
dan sempat mendapat informasi bahwa ada rekan kami (cowok) yg berinisial
'R' meninggal dunia.

Tentunya kami semua kaget, karena si 'R' ini dulunya termasuk bandel dan jail. Sangat disayangkan bila dia meninggalnya masih
muda dan akibat salah pergaulan (infonya begitu lho..).

Info tsb sangat meyakinkan sehingga tidak satupun dari kami yg mengecek
kebenarannya. Tiba-tiba saja ditengah keramaian acara reuni, salah satu
rekan kami bilang bahwa dia melihat si 'R' yg baru saja datang.

Kaget, gak percaya & wah... masak sih... begitu pertanyaan kami satu sama
lain. Sampai2 si pemberi info yg bilang 'R' sdh meninggal kita introgasi
lagi (he.. sory ye jeng..). Mendadak sontak pandangan kita langsung tertuju
pada si 'R' yg berjalan menghampiri kami di ruang berkumpulnya angkatan
'87. Ya ampyun... ternyata benar si 'R' masih hidup. Ada yg spontan bilang
'lho.. katanya lu udah mati ??' dan ada juga yg minta si 'R' buka sepatunya
(buat mastiin kakinya napak ap nggak ??).
Wah... ternyata dia masih utuh dan sekarang kesannya agak pendiam, malahan
dia juga masih mau nge-bakso bareng kita2.
Buat 'R', fotonya udah gw upload di FB tuh... semoga rekan2 lain yg gak
dateng reuni tapi dapat informasi bahwa lu udah meninggal, jadi percaya
bahwa saat ini lu masih hidup.

Selain si 'R' ada lagi rekan kita 'I' yg selama ini juga kita cari2
keberadaanya dan tiba2 datang di acara Reuni kemarin. Menurut dia, dia
nggak tahu kalo itu acara Reuni Akbar, dia datang karena diajak suaminya
(angk. 84) yang bilang bahwa ada pertemuan dengan teman-temannya di 119.

Wah...dia benar-benar surprise dan gak nyangka bakal ketemu lagi dengan
kita2 setelah 23 tahun berpisah.

Inilah sekelumit cerita 'kisah nyata' dari reuni kemarin, semoga sesuai
visinya menjadikan Silaturahmi yg lebih baik.

{Ipung, 87}

The contents of this e-mail and attachments are confidential and subject to legal privilege. If you are not the intended recipient, you are strictly prohibited and may be unlawful to use, copy, store, distribute, disclose or communicate any part of it to others and you are obliged to return it immediately to sender or notify us and delete the e-mail and any attachments from your system. PT BANK PERMATA TBK and subsidiaries do not accept liability for loss or damage resulting from computer viruses. The integrity of e-mail across the internet cannot be guaranteed and PT BANK PERMATA TBK will not accept liability for any claims arising as a result of the use of this medium for transmissions by or to PT BANK PERMATA TBK.

Wednesday, April 21, 2010

Nilai Bagus Di Pelajaran Mengarang

Di SMP kelas 2, gara-gara saya suka dengan seorang siswi, saya mendapat nilai 9 untuk pelajaran mengarang oleh Ibu Sri Sulastri.

Saat itu di kelas 2 SMP Saya diajar oleh Ibu Sulastri. Saat itu beliau meminta para siswa/i untuk menulis surat.

Saya berimajinasi menulis surat ke seseorang yang saya sukai tapi saya tidak berani mengatakan padanya. Siswi tersebut ialah T. Saya berimajinasi seolah mengajaknya pergi berlibur bersama keluarga saya ke rumah kakek saya di Solo. Setelah bercerita indahnya Solo, saya menutup surat dengan mengatakan bahwa saya akan menjemputnya pada tanggal yang telah ditentukan.

Dari hasil berimajinasi saya bisa menulis surat sebanyak tiga halaman. Tiga halaman lebih banyak dari yang telah ditentukan oleh bu Sri. Oleh sebab itu bu Sri tidak ragu memberi nilai sembilan untuk karangan itu. Terima kasih T.

Bagaimana Saya dengan T? Selama tiga tahun di SMP saya cuma bisa berimajinasi, tidak pernah bicara. Mungkin istilah lagunya Viera :"kupendam rasa ini"....

<Fadjar>

Tuesday, December 29, 2009

Ipung's

Purwaningsih, 1987


Suatu hari di kls 3D sedang jam kosong, pastinya keributan terjadi
disana-sini karena gak ada guru. Tiba2 saja pak Masta masuk ke kelas kita.
Tahu khan.... gimana pak Masta yg terkenal killer itu. Anak2 langsung duduk
di tempatnya masing2 dengan manis, sementara yg masih diluar kelas gak
berani masuk.
-------------------
One day in IIID class, there was no lesson, and as the result the class was very noisy. Suddenly, there was, Pak Mastha, on which we called him as the "killer" teacher. The students sat on their chairs neatly, while those who were still outside the class, had no brave to enter the class.
--------------------


Tiba2 pak Masta menyuruh murid2 cewek maju semua. Waduh....
kenapa cuma murid cewek yg disuruh maju ya? padahal yg lebih berisik murid
cowoknya, wah... mau diapain nih ? pikir gw. Ternyata satu persatu kita di
test tangga lagu : do.. re.. mi.. fa.. sol.. la.. si..do"... Lho... kirain
mau dimarahain, ternyata disuruh nyanyi.

---------------------
Suddenly, Pak Mastha asked the students, especially girls, to come forward. "Oh My God.... why only the girls", I wondered, "The boys, who made noisy voice were not asked to come forward. Why?". Few second later, one by one of the girls were asked to make sound : do...re...mi...fa...sol...la...si...do.... I thought that we would be punished, infact we were asked to sing.
---------------------


Beberapa murid dibolehin duduk
kecuali gw dan 2 orang temen (Yudhi & Ita). Setelah itu dia mencatat nama
kita dan langsung keluar kelas. Ternyata beberapa saat barulah gw tahu kalo
pak Masta sedang menyeleksi murid cewek utk ikut kejuaraan Paduan Suara
tingkat SMP di PRJ Monas yg diadain oleh suatu Bank Pemerintah. Dan
Alhamdulillah waktu itu kita mendapat juara 2.
----------------------
Some students were allowed to return to their seats and sit down, except my two friends (Yudhi and Rita) and me. After that he wrote down our name and he went out of the class. A few days later, we knew that Pak Masta was selecting some girls students to join singing contest for SMP level conducted by a State Bank in PRJ Monas (Jakarta Fair, monas). Thanks God, at that time we were the second winner.
----------------------


Pak Masta.... pak Masta... Masih inget gakya sama "Sianbakara... halomoan topi tao nauli...." lagu yg kita bawain dulu....
----------------------
Pak Masta ..... Pak Masta........ Did you still remember the lyrics ""Sianbakara... halomoan topi tao nauli...." from the song that we sang at that time....
----------------------

Indah's

Indahsari Oktavia, 2001

Saya lulus tahun 2001, tante Saya lulusan cxix (SMP 119), begitu juga dengan dua anak dari tante Saya tersebut. Selain itu, Saya masih mempunyai 2 orang sepupu yang juga lulusan dari SMP 119. Luar biasanya, tetangga Saya juga banyak yang merupakan lulusan SMP 119.

-------------------

I graduated from SMP 119 in 2001, my aunt was from SMP 119, and also her two children were from SMP 119. Besides, I also have 2 cousins, who graduated from SMP 119. What wonderful was, many of my neighbours were from SMP 119.

Sunday, December 27, 2009

Fadjar's

Fadjar Setyanto, 1987

Saat itu Saya suku seorang kawan sekelas, inisialnya AS.

Suatu hari maksud hati mau ngomong kalau Saya suka dia, maka ceritanya kita pergi bertiga, AS dan kawannya WU, dan Saya sendiri. Kita pergi makan bakso Manto sepulang sekolah. Maksud hati ingin mengungkapkan perasaan Saya, tapi rasanya mulut susah sekali mengungkapkannya. Sampai akhirnya kami berpisah, tidak ada satu pun kata-kata yang terucap. Sampai di rumah Saya menyesal......

-----------------

When I was in the third class, I was in love with a classmate, AS.

One day, I would like to tell her that I like her, so we went to Manto, meat ball seller. We were three, AS, WU, and I am myself. I tried to expressed what I feel to her, but my mouth was so hard to say anything. Until we finished eating the meatball, and we separated because of our home direction was different, I couldn't say anything. When I reached home, I regreted........

Sigit's

Sigit Heru kartika, 1987

Pada hari itu kelas IIIA tidak ada guru dan ribut. Begitu ribut kelasnya sampai sampai membuat Pak Silaban mengontrol kelas. Pak Silaban begitu emosi, akhirnya memukul seorang anak. Siapa anak yang dipukul tersebut? Tidak lain adalah Acep Setiawan yang sedang menulis dan tidak ribut. Kasihan sekali Acep....

--------------------

One day, class IIIA was no teacher and that noisy. It was that noisy, so finally made Pak Silaban came into the class. Pak Silaban was that emotion, finally he hit a student. Who was the student? It was Acep Setiawan who was writing and he was not noisy. Oh poor Acep.....

Fadjar's

Fadjar Setyanto, 1987

Saat itu Saya sedang asyik ngobrol dengan teman Saya Tisna di depan Kelas IIIF. Saat itu Saya berjalan tanpa memperhatikan bahwa ada setumpukan sampah yang sedang dikumpulkan oleh Pak Darno. Tanpa Saya sengaja, Saya menendang kumpulan sampah itu, saat itu Pak darno melotot ke arah Saya, tapi Saya tidak tahu. Kawan saya Tisna berkata, "Jar lu ngeberantakin sampah loh". Jawab saya dengan santainya,"Tenang aja" sambil berlalu. Sedangkan Pak Darno terus meloto ke arah Saya.

Maafkan Saya Pak Darno

-----------------------

That noon I was talking with my best friend Tisna in front of IIIF class. At that time on my walking I didn't pay attention to the things in front me, it was a bunch of garbage which was being grouped by Pak Darno, the gardener. I didn't realize on what in front of me was, I kept on walking and I broke the bunch. Tisna told me ,"Jar you broke Pak Darno's bunch of garbage". I replied,"Take it easy". I didn't realize that Pak Darno stared at me sharply.

I am sorry for what I did Pak Darno